Minggu, 11 Juni 2017

Berpuasa dengan Menjauhi Dusta


عن أَبي هريرة – رضي الله عنه – ، قَالَ النبيُّ – صلى الله عليه وسلم – : (( مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَا لعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ للهِ حَاجَةٌ في أنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ )) رواه البخاري
“Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:”Barang siapa tidak meninggalkan ucapan dan perbuatan dusta, maka (sesungguhnya) Allah tidak membutuhkan dia meniggalkan makan dan minum.”(HR.Al-Bukhari)
Dalam riwayat lain ada tambahan redaksi wa al-Jahla (kebodohan), kemudian dalam riwayat lain pula disebutkan bahwasnaya Puasa adalah perisai selama tidak dicampuri dengan kebohongan dan ghibah.
Dari hadits di atas Rasulullah SAW hendak menerangkan bahwa salah satu tujuan puasa adalah untuk mendidik dan membina akhlak seorang muslim. Secara khusus hendaknya seorang muslim ketika berpuasa agar menjaga diri dari perkataan bohong dan perbuatan dusta, buhtaan (tuduhan keji tanpa dasar), ghibah, dan syahadah zuur (kesaksian palsu) selama bulan Ramadhan.
Kata zuur secara bahasa artinya mail (melenceng), mailun ‘anil haq, melenceng dari kebenaran. Dapat dipahami secara sederhana bahwa perkataan dan perbuatan zuur adalah perkataan dan perbuatan yang melenceng dari kebenaran, ini didukung dengan salah satu riwayat lain yang sama dengan tambahan redaksi “wal jahla” – dan kebodohan. Ada keterkatian antara melenceng dari kebenaran dan kebodohan. Perkataan dan perbuatan dusta sering terjadi bebarengan dengan kebodohan dan/atau dengan tindakan bodoh, yang didasari oleh kebodohan dirinya.
Puasa itu untuk Allah, dan Allah sendiri yang akan membalasnya
…إلا الصيام فإنه لى، وأنا أجزى به ….
(….kecuali puasa, karena puasa itu untuk-Ku, dan Aku sendiri yang akan membalas ganjarannya….)
Perlu direnungkan bersama bahwa tujuan dan maksud Allah mewajibkan puasa kepada hamba-hambaNya adalah bukan hanya untuk sekedar meninggalkan makan, minum, dan syahwat saja. Allah SWT hendak menyampaikan bahwa melalui puasa Ia mendidik dan mengajari seorang mukmin beberapa makna, hikmah dan pelajaran yang akan menunjukkan dan membawa seorang mukmin menjadi pribadi yang baik, berakhlak mulia, dan beradab, baik terhadap sesama muslim maupun terhadap Allah SWT. Dan diantara ciri seorang mukmin yang beradab dan berakhlak mulia adalah ia tidak berkata dusta dan berbuat dusta. Jadi jika seseorang tidak mau meninggalkan qoulazzuur wal ‘amal bizzuur selama ia berpuasa maka ia tidak mendapat faedah dari amal ibadah agung tersebut. Wal ‘iyadzu billah….
Namun, jika ada seseorang muslim berapologi dan mengakatan bahwa ia tidak bisa meninggalkan perbuatan dan perkataan dusta kemudian dia tidak mau berpuasa, maka alasan ini tidak dibenarkan dan merupakan perbuatan dosa, bahkan menurut Imam Syafi’i ini merupakan dosa besar yang tidak dapat ditebus walau dengan puasa sepanjang tahun. Dosa besar karena berpuasa merupakan kewajiban dan ia juga merupakan salah satu rukun Islam. Terdapat perbedaan yang mendasar antara seseorang berpuasa dengan atau tanpa mendapat faidah dari puasanya dengan orang yang sengaja tidak berpuasa karena yang kedua akan mendapat balasan yang pedih atas keengganan menjalankan kewajibannya.
Bulan ramadhan adalah bulan pendidikan, bulan latihan dan bulan pembinaan bagi seorang muslim, maka dalam hal ini seyogyanya seorang muslim mendidik dan membina dirinya agar tidak berkata dan berbuat dusta selama ia berpuasa. Karena jika seseorang berpuasa namun masih berbuat demikian, maka ia hanya akan menjalani bentuk puasa secara dhohirnya saja, dengan kata lain ia tidak akan mendapat pahala atas puasanya di sisi Allah SWT. Disini dapat dikatan bahwa indikator diterimanya puasa seseorang adalah ketika ia mampu mengendalikan dan menjaga dirinya dari perkataan dan perbuatan dusta. Waallahu a’lam…..
Ma’alim:
  • Berdusta baik dalam perkataan dan perbuatan merupakan kejelekan setiaap waktu, namun dianggap lebih jelek ketika bulan Ramadhan walau tidak membatalkan puasa.
  • Tanda diterimanya puasa seseorang adalah ketika ia bisa menjaga diri dari perkataan dan perbuatan dusta
  • Jangan sampai nilai puasa kita berkurang karena dusta dan tindakan bodoh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LPJ BOP TAHUN 2017

LAPORAN PENGGUNAAN DANA BANTUAN OPERASIONAL DINIYAH TAKMILIYAH DARI PEMERINTAH KABUPATEN KUNINGAN TAHUN ANGGARAN   2017 ...